www.AlvinAdam.com

Berita 24 Riau

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Riau Bakal Jadi Pusat Bahasa dan Budaya Melayu

Posted by On Maret 16, 2018

Riau Bakal Jadi Pusat Bahasa dan Budaya Melayu

Pekanbaru - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy akan memberikan Riau hak lebih dalam kemajuan budaya Melayu. Hal ini tentu memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Riau.

Tak hanya itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga akan menjadikan Riau sebagai pusat Bahasa Indonesia.

"Kita sama-sama tahu bahwa bahasa Indonesia ini berasal dari bahasa Melayu. Nah, kita akan memperkuat ciri khas Riau dari aspek kebudayaannya," katanya kepada Riauonline.co.id, Rabu, 14 Maret 2018.

Tak main-main, Menteri Muhadjir mengatakan telah melakukan perbincangan khusus bersama Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim dalam hal teknis untuk langkah ke depannya.

  • Menteri Pariwisata Angkat Bicara soal Penolakan DPRD Masuk Resort Mentawai
  • Pukul Betis Siswinya Pakai Mistar, Guru SD Dipolisikan
  • Sindikat Pe ngorder Fiktif Taksi Online Surabaya Raup Rp 150 Juta per Bulan

"Saya sudah diskusi dengan Plt Gubernur, komisioner yang Insya Allah Kemendikbud akan memberikan prioritas kepada Riau untuk melakukan pemeliharaan, pemajuan kebudayaan Riau termasuk bahasa. Dan Insya Allah Plt Gubernur akan menyediakan lahan. Sementara kita akan menyediakan bangunannya," imbuhnya.

Pusat budaya dan bahasa yang akan berada di Riau itu nantinya juga akan menjadi perpanjangan tangan dari Kemendikbud.

Tak hanya itu, Muhadjir juga telah merestui niat Provinsi Riau yang akan mengedepankan serta akan menambah anggaran untuk pendidikan muatan lokal budaya Melayu di Riau.

Baca berita menarik lainnya dari Riauonline.co.id di sini.

1 dari 2 halaman

Anggaran Minim untuk Pendidikan Budaya Melayu

Kampung Arab Melayu Jambi
Rumah tradisiona l di Kampung Arab Melayu Jambi menjadi gambaran akulturasi budaya Tionghoa, Arab dan Melayu Jambi. (Liputan6.com/B Santoso)

Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Syahril Abubakar menyesalkan minimnya anggaran bagi pendidikan muatan lokal budaya Melayu di Riau.

Menurutnya, hal itu menjadi kendala bagi para pengajar untuk mendapatkan pendidikan khusus budaya Melayu.

"Kita hari ini tengah menghadapi persoalan muatan lokal budaya Melayu yang terkendala tenaga pengajar dimana belum semuanya mendapatkan pendidikan khusus budaya Melayu dari tingkat SD sampai ke tingkat SLTA sederajat," katanya di LAM Riau, Rabu, 28 Februari 2018.

Akibat minimnya anggaran ini menyebabkan beberapa tenaga pengajar nonmuslim turut dilibatkan. Di mana hal ini merupakan upaya yang cukup mengejutkan karena budaya Melayu sendiri kental dengan agama Islam.

Selain itu, pemerintah daerah diharapkannya juga turut s erta dapat menggelontorkan anggarannya untuk memperkuat tatanan dasar budaya melayu di Riau.

"Kendala saat ini pemerintah daerah belum memberikan credit poin ditambah belum adanya tunjangan khusus. Kita harap mau menganggarkan membiayainya sehingga bisa berjalan dengan baik. Karena ini telah memiliki payung hukum serta telah ada dalam peraturan daerah," jelasnya.

Mendapatkan laporan seperti itu, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim akan menindaklanjutinya. Wan Thamrin mengatakan demi mendukung tercapainya visi Riau 2020, pemerintah daerah harus bahu-membahu menuntaskan masalah ini.

"Kalau kita sudah mengenal kata mufakat walaupun dengan kondisi ekonomi kita seperti ini dimana mampu menjawab tantangan 2020. Kuncinya cuma satu. kesepakaktan kita bersama selama empat bulan ini saya menjadi Plt kita beri warna tersendiri untuk Riau ini. Kita berunding bersama karena pergubnya sudah ada. Alangkah bebalnya kita kalau seper ti itu tak bisa dilaksanakan," tutupnya.

Sumber: Google News | Berita 24 Riau

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »