www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kepala Desa Minta Upeti Proyek, Kini Ia Ditahan di Sel

Posted by On Oktober 10, 2017

Kepala Desa Minta Upeti Proyek, Kini Ia Ditahan di Sel

Kepala Desa Minta Upeti Proyek, Kini Ia Ditahan di Sel

PLN kemudian membayar untuk pembebasan tanah sebesar Rp. 800.000 per meternya. Dalam proses jual

Kepala Desa Minta Upeti Proyek, Kini Ia Ditahan di SelKOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANIlustrasi

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kejaksaan Negeri Tigaraksa, Kabupaten Tangerang berhasil mengungkap kasus tindak pidana korupsi terkait pembangunan proyek Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Kasus ini diduga melibatkan seorang kepala desa di Cibogo, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, yang diduga meminta upeti senilai satu miliar rupiah untuk memuluskan pembebasan lahan.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa Kabupaten Tangerang , Faisol, mengemukakan, pihak Kejari telah mengamankan kades tersebut, Safrudin yang diduga telah meminta upeti tersebut.

Ia menjelaskan, pelaku meminta uang guna memuluskan proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) yang dilakukan di lokasi tersebut.

"Tersangka meminta upeti sebesar Rp. 1 miliar," ujar Faisol saat dihubungi Warta Kota, Selasa (10/10/2017).

Fasiol mengemukakan kini pelaku diamankan di kawasan Cisauk. Pihaknya juga sudah mengantongi sejumlah barang bukti. "Kami ada bukti kwitansi penerimaan uangnya," ucapnya.

Dijelaskan lebih jauh, kisah permintaan upeti itu bermula ketika PLN melakukan pembebasan lahan seluas 14 hektar untuk pembangunan Sutet. Tanah tersebut milik warga setempat yang bernama Julianto Liman.

PLN kemudian membayar untuk pembebasan tanah sebesar Rp. 800.000 per meternya. Dalam proses jual beli itu pelaku ikut terlibat.

"Untuk mengurus akta, jual belinya memerlukan tanda tangan Kades. Kades meminta uang kepada pemilik lahan," kata Faisol.

Kisah berlanjut. Pemilik lahan memberikan uang sebesar Rp 500 juta kepada tersangka untuk memuluskan proses jual belitersebut dan Safrudin telah menerima upeti yang diinginkannya.

"Itu hasil penyelidikan kami, dan yang bersangkutan sudah kami tahan," ungkapnya.

Akibat perbuatannya tersebut, pelaku dijerat Pasal 12 Huruf E, UU Nomor 31 tahun 1999 junto 20 tentang tindak pidana korupsi. "Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara," papar Faisol. (*)

Berita ini telah terbit di Tribunnews.com dengan judul Minta Uang Suap Rp 1 Miliar untuk Muluskan Proyek PLN, Kades Ini Akhirnya Meringkuk di Sel

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan Sumber: Tribunnews Ikuti kami di Heboh Video Penampakan Makhluk Misterius Mirip Putri Duyung, Saksi Mata sampai Gemetar saat Merekam Sumber: Tribun Pekanbaru

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »