www.AlvinAdam.com


Berita 24 Riau

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

'Sedih dan marah' melihat kondisi satwa di kebun binatang Riau

Posted by On Januari 13, 2018

'Sedih dan marah' melihat kondisi satwa di kebun binatang Riau

]]> ‘Sedih dan marah’ melihat kondisi satwa di kebun binatang Riau

riauHak atas foto Aliya Roesli
Image caption Rusa dari Timor Leste yang dipelihara di Ke bun Binatang Kasang Kulim, Kabupaten Kampar, Riau, menunjukkan tulang rusuk yang menonjol.

Sejumlah satwa di Kebun Binatang Kasang Kulim, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dipelihara dengan kondisi fisik yang memprihatinkan. Namun, pemilik kebun binatang mengklaim hewan-hewannya sehat.

Dibuka sejak tahun 1991, kebun binatang yang berlokasi di Desa Kubang, Kabupaten Kampar, Riau, ini dihuni beragam satwa.

Dengan membayar harga tiket Rp25.000, pengunjung bisa menyaksikan singa, kuda, beruang, buaya, kuda nil, rusa dari Timor Leste, macan dahan, orang utan, gajah, serta berbagai jenis unggas termasuk burung hantu dan bangau.

Namun, ketika wartawan asal Riau, Aliya Roesli, mengunjungi lokasi tersebut, dia menyaksikan beberapa kejanggalan.

  • KLHK tegaskan beruang madu yang dihebohkan 'sehat'
  • Bagaimana menyiapkan hewan kurban tanpa menyiksanya
  • Di Jaw a, babi paling jelek sedunia terekam kamera

Seekor rusa dari Timor Leste, misalnya, menampakkan tulang rusuk yang menonjol. Tina, pemilik kebun binatang, mengatakan bahwa rusa itu bukanlah kurus, melainkan bentuk asli rusa Timor Leste yang berkerangka besar dan tidak berbulu di bagian perut.

Namun, menurut pengamatan dokter hewan Anissa Wandha Sari dari Pekanbaru, rusa yang sehat tidak terlihat lesu, tidak ada leleran di mata, dan tidak memiliki kulit yang kusam. Kondisi tersebut tampak pada rusa di Kebun Binatang Kasang Kulim.

Hak atas foto Aliya Roesli
Image caption Dua beruang madu menampakkan keanehan di bagian mata.

Contoh kejanggalan berikutnya yakni mata beruang-beruang yan g terlihat putih. Dokter hewan Anissa Wandha Sari dari Pekanbaru menjelaskan mata yang terlihat putih terdapat dua kemungkinan.

"Apabila warna putihnya di dalam mata, bisa jadi katarak. Dan apabila warna putihnya di luar mata, dapat diartikan bahwa kemungkinan ada cairan mukus atau leleran yang berarti dalam kondisi sakit juga. Karena semestinya tidak ada keanehan apapun di dalam matanya," ujarnya kepada wartawan di Riau, Aliya Roesli, yang melaporkan untuk BBC Indonesia.

Keanehan selanjutnya adalah kondisi fisik kuda. Salah satu kuda memperlihatkan tulang rusuk dan tulang panggul yang mencuat keluar.

Dokter hewan menegaskan kondisi seperti ini seharusnya tidak terjadi. Namun, Tina selaku pemilik kebun binatang, kondisi kuda-kuda tersebut karena faktor lahiran. Bila dibiarkan, katanya, seiring waktu kondisinya kembali pulih seperti sedia kala.

  • 'Beruang kelaparan' di Kebun Binatang Bandung
  • Mulut dan kaki diikat, dilempar ke truk: Perjalanan anjing-anjing sebelum ke piring manusia
  • Bagaimana Harry Potter jadi kutukan bagi burung hantu Indonesia?
Hak atas foto Aliya Roesli
Image caption Salah satu kuda yang ada di Kebun Bintang Kasang Kulim, tampak tulang rusuk dan tulang panggulnya yang mencuat keluar.

Keadaan para hewan di kebun binatang tersebut mendapat sorotan dari Femke Den Haas, pendiri Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Setelah mengamati foto-foto hewan di tempat itu, dia mengaku "sedih dan marah".

"Saya sedih dan marah melihat satwa di kebun binatang di Indonesia terus disiksa. Keadaan kandang, pakan, semua nggak sesuai standar. Kenapa? Karena pemerintah belum membentuk stand ar. Belum ada SOP (Prosedur Operasi Standar) yang jelas mengenai Kebun Binatang," paparnya.

Dari pengamatannya, kesejahteraan hewan "tidak menjadi prioritas".

"Yang menjadi prioritas? Uang," cetusnya.

Hak atas foto Aliya Roesli
Image caption Seekor orang utan dikerangkeng di Kebun Binatang Kasang Kulim. Untuk memastikan kesehatan satwa, Tina, pemilik Kebun Binatang, mengklaim telah menunjuk dokter hewan yang berkunjung dua kali dalam sebulan.

Karena itu, dia mendorong agar kebun binatang dan tempat pemeliharaan satwa tidak dikelola secara seenaknya.

"Kami dari JAAN sudah lama mendorong agar ada standarisasi dan standar dibentuk bukan oleh usaha bonbin sendiri. Tetapi oleh instansi yang netral," tutupnya.

Kondisi satwa di kebun binatang bukan kali ini saja menjadi sorotan. Pada awal tahun lalu, Kebun Binatang Bandung mendapat perhatian lantaran terdapat sejumlah beruang yang tampak kurus.

Meski demikian, belakangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menyatakan bahwa beruang-beruang tersebut dalam keadaan sehat.

Sumber: Google News | Berita 24 Riau

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »