Di Depan Mahasiswa, Cak Imin Pertegas Tantangan Pemerintah ...

Di Depan Mahasiswa, Cak Imin Pertegas Tantangan Pemerintah ... DAVID OLIVER PURBA)/KOMPAS.com Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ...

Di Depan Mahasiswa, Cak Imin Pertegas Tantangan Pemerintah ...

Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat menghadiri kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Riau, Selasa (14/11/2017). DAVID OLIVER PURBA)/KOMPAS.com Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat menghadiri kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Riau, Selasa (14/11/2017).

RIAU, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Muhaimin Iskandar menjadi pembicara dalam kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Riau, Selasa (14/11/2017).

Di hadapan mahasiswa serta sejumlah pejabat UIN Sultan Syarif Kasim, Cak Imin, sapaan Muhamin, menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.

"Sebagai negara yang besar dan kaya, kekayaan yang dimiliki Indonesia justru malah diangkut bangsa lain. Ini dibuktikan dengan sejumlah kontrak dan konsesi sumber daya alam yang dianggap tidak memberi nilai tambah untuk kepentingan nasional," kata Cak Imin.

Belum lagi, lanjut Cak Imin, sentimen primordial yang mewabah akhir-akhir ini telah menggerogoti prinsip kesatuan dalam kebhinekaan NKRI.

"Indonesia tengah menghadapi tantangan serius berupa erosi nilai-nilai kebangsaan, baik karena berseminya benih-benih sektarianisme maupun karena dominasi ideologi pasar yang merobohkan nasionalisme. Di ujung lain, bendera nasionalisme terus terkoyak oleh dominasi asing dalam struktur perekonomian nasional," ucapnya.

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini mengatakan, kedigdayaan Indonesia sebagai bangsa kaya SDM dianggap terkoyak ketika "men yerahkan" kekayaan negara dari beberapa sektor ke tangan asing.

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menjadi pembicara dalam kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Riau, Selasa (14/11/2017).DAVID OLIVER PURBA)/KOMPAS.com Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menjadi pembicara dalam kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Riau, Selasa (14/11/2017).Cak Imin mencontohkan 85 persen sektor pertambangan migas dikuasai asing, yang juga menguasai 75 persen tambang batubara, bauksit, nikel, dan timah, serta 50 persen perkebunan sawit.

Belum lagi pembabatan hutan dengan laju penggundulan hutan rata-rata 1,19 juta hektar per tahun yang mengakibatkan Indonesia harus kehilangan areal hutan seluas 41.400 kilometer persegi atau setara dengan luas negara Swiss.

Muh aimin menilai, pemerintah masih bergantung terhadap asing untuk memenuhi hajat hidup rakyat. Secara agregat, kata Muhaimin, Indonesia mengimpor 5-10 persen dari total kebutuhan pangan pokok, dengan nilai impor pada tahun 2015 mencapai 7,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 102 triliun.

Merujuk data statistik resmi 2017, lanjut dia, masih ada sekitar 27,7 juta penduduk miskin di Indonesia, 7 juta pengangguran, serta 3,6 juta rakyat yang buta huruf. Berdasarkan data World Bank 2015, Indonesia adalah salah satu negara dengan derajat ketimpangan peringkat ketiga dengan indeks gini mencapai 0,64.

Melihat data itu, Cak Imin menilai wajar saja masih banyak masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan.

"Padahal, kita ini negara agraris, tapi justru menghabiskan devisa untuk membeli barang yang sebenarnya bisa dihasilkan sendiri di dalam negeri," kata dia.

Cak Imin mengatakan, faktor lain yang menyebabkan tingginya angka kemiskinan dan lemahnya pe rekonomian masyarakat adalah pola pembangunan yang tidak inklusif yang pada akhirnya hanya menciptakan ketimpangan antarwilayah, disparitas antarsektor ekonomi, dan kesenjangan pendapatan antar penduduk.

Tingginya disparitas itu dinilai dipengaruhi penguasaan lahan oleh para pemodal swasta dan asing. Muhaimin mengatakan, dari 191 juta hektar luas daratan Indonesia, sekitar 175 juta hektar atau setara 93 persen dikuasai para pemodal swasta dan asing. Sedangkan dari sekitar 23,7 juta petani Indonesia hanya memiliki rata-rata 0,9 hektar tanah.

"Di sisi lain, 2.000 perusahaan perkebunan menguasai 16 juta hektar dan 304 perusahaan menguasa hutan konsesi seluas 26 juta hektar. Ini artinya 56 persen rata-rata petani Indonesia hanya menguasai 0,5 hektar tanah pertanian," ujar Muhaimin.

Tokoh yang diangkat menjadi panglima santri ini mengatakan sebagai negara kepulauan dengan perairan yang dilintasi 40 persen perdagangan dunia, Indonesia mempunyai beberapa selat strategis seperti Selat Melaka, Sunda, dan Lombok yang menjadi kunci perdagangan dan pelayaran dunia.

Mengutip perhitungan para ahli, menurut Cak Imin, potensi sektor kelautan Indonesia mampu menghasilkan nilai ekonomi kurang lebih Rp 3.000 triliun per tahun. Namun, selama beberapa dekade, Indonesia telah mengerdilkan dirinya dengan mengabaikan sektor maritim dan menumpukkan pembangunan yang bias daratan.

Itulah kenapa, menurut dia, sampai saat ini Indonesia menjadi cerminan sebuah paradoks negara kaya tetapi miskin, negara besar tetapi kerdil, negara religius tetapi ateistik, serta negara Pancasila tetapi memunggungi dan menyingkirkannya dari sebagian besar aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Cak Imin, Indonesia hanya akan benar-benar menjadi negara digdaya dengan mewujudkan kedaulatan dalam politik dengan dukungan kemandirian ekonomi.

"Berdaulat secara politik diwujudkan dalam politik bebas aktif. Berdikari dalam ekonomi berarti kita ha rus percaya pada kekuatan ekonomi kita sendiri, bersandar pada dana dan tenaga yang ada untuk membangun basis bagi ekonomi nasional yang tangguh dan mandiri serta berkepribadian dalam kebudayaan berarti bangga dengan khazanah kebudayaan nusantara yang begitu kaya, tanpa harus menutup diri dari kebudayaan luar," ujarnya.

(KONTRIBUTOR JAKARTA/ DAVID OLIVER PURBA)

Berita Terkait

Cak Imin dan Mahasiswa Bicara soal Demokrasi dan Kepemimpinan

Cak Imin Optimistis Kadernya Bisa Menangkan Ridwan Kamil

Cak Imin Sebut Kahiyang-Bobby Generasi Milenial yang Cinta Kebudayaan Tradisional

Dalam Sebu lan Terakhir, PKB Terima 71 Dukungan Cak Imin Maju Pilpres

Terkini Lainnya

Federer Tembus Semifinal Ke-14 ATP Finals

Federer Tembus Semifinal Ke-14 ATP Finals

Olahraga 15/11/2017, 07:57 WIB Muntahan Paus di Bengkulu Diperkirakan Berhubungan dengan 10 Paus Sperma di Aceh

Muntahan Paus di Bengkulu Diperkirakan Berhubungan dengan 10 Paus Sperma di Aceh

Regional 15/11/2017, 07:46 WIB Rabu Ini KPK Dijadwalkan Periksa Setya Novanto sebagai Tersangka

Rabu Ini KPK Dijadwalkan Periksa Setya Novanto sebagai Tersangka

Nasional 15/11/2017, 07:46 WIB Berita Terpopuler: Perintah Ganti Foto Yesus dengan Presiden di China hingga Puluhan Perawat Dipaksa Menari Erotis

Berita Terpopuler: Perintah Ganti Foto Yesus dengan Presiden di China hingga Puluhan Perawat Dipaksa Menari Erotis

Internasional 15/11/2017, 07:41 WIB Foto D   jarot Dipasang Sejajar dengan Jokowi dan Ahok di Balai Kota

Foto Djarot Dipasang Sejajar dengan Jokowi dan Ahok di Balai Kota

Megapolitan 15/11/2017, 07:37 WIB Aniaya 2 Jaksa, 8 Anggota Satpol PP Ditetapkan sebagai Tersangka

Aniaya 2 Jaksa, 8 Anggota Satpol PP Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional 15/11/2017, 07:32 WIB Dijadwalkan Baca Pidato Pembukaan Sidang DPR, Akankah Novanto Hadir?

Dijadwalkan Baca Pidato Pembukaan Sidang DPR, Akankah Novanto Hadir?

Nasional 15/11/2017, 07:29 WIB BPS Lakukan Sensus pada 2020 unt   uk Memperbarui Data Kependudukan

BPS Lakukan Sensus pada 2020 untuk Memperbarui Data Kependudukan

Nasional 15/11/2017, 07:05 WIB Hambatan Polri dalam Tangani Penyanderaan Kelompok Bersenjata di Papua

Hambatan Polri dalam Tangani Penyanderaan Kelompok Bersenjata di Papua

Nasional 15/11/2017, 06:52 WIB Ridwan Kamil Minta Bonek Jadi Tamu yang Baik di Bandung

Ridwan Kamil Minta Bonek Jadi Tamu yang Baik di Bandung

Regional 15/11/2017, 06:36 WIB Diamond, Diskotek Ketiga yang Ditutup Pemprov DKI

Diamond, Dis kotek Ketiga yang Ditutup Pemprov DKI

Megapolitan 15/11/2017, 06:32 WIB Bangkai Gajah Korban Perburuan Ditemukan di Perkebunan Warga

Bangkai Gajah Korban Perburuan Ditemukan di Perkebunan Warga

Regional 15/11/2017, 06:26 WIB Malam Minggu Kelam Pasangan yang Dituduh Berbuat Mesum di Tangerang

Malam Minggu Kelam Pasangan yang Dituduh Berbuat Mesum di Tangerang

Megapolitan 15/11/2017, 06:20 WIB Angin Kencang, Bangunan SMP Darurat Roboh, 7 Rumah Rusak

Angin Kencang, Bangunan SMP Darurat Roboh, 7 Rumah Rus ak

Regional 15/11/2017, 06:06 WIB Hujan Disertai Angin dan Petir Landa Sebagian Jabodetabek Sore Nanti

Hujan Disertai Angin dan Petir Landa Sebagian Jabodetabek Sore Nanti

Megapolitan 15/11/2017, 06:04 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Riau

COMMENTS

Tulis Artikel
Nama

Lokal,1,
ltr
item
Berita 24 Riau: Di Depan Mahasiswa, Cak Imin Pertegas Tantangan Pemerintah ...
Di Depan Mahasiswa, Cak Imin Pertegas Tantangan Pemerintah ...
http://assets.kompas.com/crop/0x19:1000x519/780x390/data/photo/2017/11/14/4001816398.JPG
Berita 24 Riau
http://www.riau.berita24.com/2017/11/di-depan-mahasiswa-cak-imin-pertegas.html
http://www.riau.berita24.com/
http://www.riau.berita24.com/
http://www.riau.berita24.com/2017/11/di-depan-mahasiswa-cak-imin-pertegas.html
true
1993975937604522219
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy